Wapres Ma’ruf Amin Tekankan Penanganan Korban Awan Panas Semeru

JawaPos.com – Wapres Ma’ruf Amin menelpon para pejabat untuk mempercepat koordinasi penanganan korban guguran awan panas Gunung Semeru. Ma’ruf menelpon Mensos Tri Rismaharini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Ma’ruf menelpon ketiganya hampir bersamaan saat berada di ruang VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di penghujung lawatannya di Bali Minggu (5/12).

’’Tolong dikoordinasikan semua Bu Gubernur. Supaya pengungsi tertangani dengan baik,’’ katanya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia meminta Khofifah untuk berkoordinasi dengan menteri terkait, Panglima TNI, BNPB, serta Bupati Lumajang. Supaya semua persoalan penanganan korban bencana alam gunung Semeru bisa dilakukan dengan baik.

Dalam kesempatan itu Ma’ruf juga menerima laporan wilayah serta jumlah korban. Total ada dua kecamatan di Kabupaten Lumajang yang terdampak. Yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Di Kecamatan Candipuro ada 10 orang meninggal. Lalu di Pronojiwo ada dua orang korban meninggal. Sehingga pada laporan per 12.04 WIB, data korban meninggal yang masuk ke Ma’ruf berjumlah 12 orang. Data ini berpotensi bertambah seiring proses pencarian di lapangan.

Pada kesempatan berikutnya Ma’ruf menghubungi Mensos Tri Rismaharini. Dalam komunikasi itu Ma’ruf meminta Risma mengawal proses evakuasi masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam gunung Semeru.

’’Tolong ya bu, semua hal terkait akomodasi, pengungsian, dan konsumsi untuk disiapkan,’’ pinta Ma’ruf. Risma langsung menyanggupi permintaan tersebut. Mantan Walikota Surabaya itu juga melaporkan perkembangan di lapangan.

Risma mengatakan sejak Sabtu malam semuanya sudah disiapkan. Dia juga mengatakan persoalan bencana alam gunung, ada kemungkinan muncul erupsi kembali. Tetapi belum dipastikan apakah lebih besar dibandingkan dengan erupsi Sabtu (4/12) kemarin.

Dalam kesempatan itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq melaporkan beberapa dampak bencana. Diantaranya adalah putusnya sebuah jembatan. ’’Kita prioritaskan dulu yang manusia,’’ katanya. Meskipun begitu dia membutuhkan penanganan cepat terhadap jembatan yang putus.

Ma’ruf meminta Thariq untuk berkoordinasi dengan Panglima TNI. Supaya bisa segera dikerahkan pasukan dari korps Zeni TNI Angkatan Darat. Jembatan yang putus itu adalah penghubung Malang dengan Lumajang. Di sisi seberang jembatan ada wilayah Pronojiwo. Bupati Thoriq meminta bantuan Pemkab Malang untuk membantu penanganan korban di Pronojiwo karena sulitnya akses dari Lumajang.