Kasus Pertama Omicron di Jatim Terdeteksi Lewat Metode WGS

JawaPos.com – Satu lagi kasus Omicron lokal dilaporkan di Indonesia. Pasien merupakan warga Surabaya, Jawa Timur, yang tak punya riwayat perjalanan ke luar negeri. Namun, ia memiliki riwayat perjalanan berlibur ke Bali.

Pemeriksaan dilaporkan awalnya oleh tim laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Namun, belum disebutkan secara rinci bagaimana kondisi pasien dan siapa profilnya, laki-laki atau perempuan.

“Ditunggu informasi resmi dari Jatim ya (soal profilnya),” tegas Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada JawaPos.com, Minggu (2/1).

Yang bersangkutan, kata Nadia, terdeteksi lewat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Hasil sample PCR pasien diperiksa dengan WGS.

“(Terdeteksi) dengan WGS,” ungkapnya singkat.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, kasus tersebut menjadi kewenangan Kemenkes untuk menyampaikan detailnya. “Untuk detailnya silakan tanya ke Kemenkes atau Pemerintah Jawa Timur,” katanya kepada JawaPos.com.

Namun Prof Wiku menegaskan hal yang harus diperhatikan saat ini adalah mengevaluasi kedisiplinan protokol kesehatan masing-masing. “Yang kita jalankan baik 3M maupun menjalani karantina sesuai prosedur,” katanya sebelumnya.

Untuk mendeteksi berbagai varian di dalam spesimen PCR, metode yang dilakukan lebih detail lagi dengan menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga sistem SGTF (S-gene target failure). Untuk di daerah, dengan keterbatasan pemeriksaan metode WGS, maka bisa melakukannya dengan SGTF.