Luhut Ingatkan Vaksinasi jadi Poin Penting Asesmen Level PPKM Daerah

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mulai pekan depan pemerintah akan secara efektif memberlakukan syarat vaksinasi dosis kedua untuk menentukan level asesmen tiap daerah. Hal itu seiring dengan meningkatnya kabupaten kota yang masuk ke level 3 dan 4.

Luhut memaparkan, wilayah yang mengalami kasus kenaikan yaitu Jawa Tengah dan Jogjakarta. Namun, dia optimistis tren peningkatan ini diperkirakan akan berbalik menurun mulai pekan depan. Sebab, sejumlah provinsi di Jawa-Bali telah menunjukkan tren penurunan kasus yang sangat signifikan.

“Dalam hal rawat inap rumah sakit, Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Bali telah mengalami penurunan. Sedangkan untuk provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIJ, dan Jawa Timur sudah mengalami perlambatan kenaikan tingkat rawat inap. Tingkat kematian dalam 7 hari terakhir di seluruh provinsi Jawa Bali juga masih lebih rendah dari varian Delta yang lalu,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (27/2).

Luhut menjelaskan, vaksinasi dosis kedua sebagai syarat asesmen telah berhasil mendorong percepatan vaksinasi umum dan lansia di Jawa-Bali. Dari sebelumnya 21 kabupaten/kota yang tidak memenuhi syarat dosis kedua umum menjadi hanya tersisa 7 kabupaten/kota. Selain itu, untuk dosis kedua lansia dari sebelumnya 26 kabupaten/kota saat ini hanya tersisa 10 kabupaten/kota.

“Terkait asesmen level yang terbaru, secara lengkap dapat terlihat pada Inmendagri yang akan keluar pada 28 Februari esok hari,” tuturnya.

Luhut menyebut, gelombang varian Omicron terus menunjukkan tanda-tanda yang sangat baik. Hal ini terlihat pada tingkat kasus harian nasional yang sudah menunjukkan tren penurunan.

Selain itu, tingkat rawat inap rumah sakit juga menunjukkan tanda perlambatan dan kasus kematian secara keseluruhan berada pada level rendah yakni di bawah varian Delta. Pemerintah ke depan akan terus mengkaji dan menerapkan kebijakan yang dapat mendorong tingkat vaksinasi ke level tertinggi agar syarat pra-kondisi endemi, yakni tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi, dapat segera tercapai.

“Hanya dan diprediksi akan segera mengalami penurunan dalam beberapa waktu ke depan,” pungkasnya.