Soal RUU Sidiknas, Wakil Ketua MPR Bilang Begini

JawaPos.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Fadel Muhammad, berharap RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bisa mendorong kemajuan pendidikan di Tanah Air. Sebab, pendidikan merupakan aspek penting kehidupan.

“Pendidikan adalah salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang tidak boleh berhenti. Kualitas pendidikan menjadi penting di tengah serba cepatnya perubahan yang terjadi saat ini. Saya berharap RUU Sisdiknas yang diinisiasi Kemendikbudristek bisa memajukan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Fadel kepada wartawan, Jumat (4/3).

RUU Sisdiknas dianggap sebagai terobosan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. RUU ini dinilai mendesak dibahas sebagai bagian untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

Tiga UU yang mengatur sistem pendidikan saat ini akan diintegrasikan ke dalam RUU Sisdiknas yang direncanakan selesai pada 2023. Ketiga UU tersebut antara lain UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“Saya mengapresiasi betul langkah Kemendikbudristek yang melibatkan masyarakat beserta pemangku kepentingan pendidikan lainnya di dalam merancang RUU Sisdiknas ini. Mari kita terus kawal RUU Sisdiknas ini agar semua prosesnya berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menjelaskan, sistem pendidikan yang baik akan memberikan dampak luar biasa tidak hanya bagi sosial kemasyarakatan, tetapi juga ekonomi nasional. “Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan negara yang tercantum di dalam UUD 1945. Sudah banyak bukti nyata negara akan maju jika sistem pendidikannya juga bagus. Sistem pendidikan yang baik akan memberikan multiplier effect yang besar tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi ekonomi secara keseluruhan,” pungkas Fadel.