Penerima Dosis Lengkap Vaksin Covid-19 RI Capai 132 Juta Orang

JawaPos.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas) mencatat 132.090.119 warga Indonesia sudah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19 sampai dengan Selasa pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data Satgas yang dikutip di Jakarta, Selasa, jumlah warga yang menerima vaksin tersebut didapat setelah mengalami penambahan 970.694 orang.

Jumlah warga yang mendapatkan vaksin dosis pertama sudah mencapai 187.047.562 orang setelah meningkat 344.172 orang.

Pada vaksinasi dosis ketiga atau penguat yang dilakukan sejak 12 Januari 2022 kepada masyarakat, tercatat mengalami penambahan 329.786 orang menjadikan total 5.878.217 orang. Sasaran vaksinasi yang ditetapkan pemerintah masih menargetkan 208.265.720 warga mendapatkan dosis lengkap supaya kekebalan kelompok cepat terbentuk.

Satgas menyebutkan jumlah kasus aktif bertambah 26.701 kasus. Akibatnya, total kasus aktif di seluruh Indonesia menjadi 233.062 kasus.

Sama halnya dengan jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 yang terus bertambah, saat ini total orang yang dinyatakan positif mencapai orang 4.580.093 setelah bertambah 37.492 orang. Naiknya kedua jumlah kasus itu, menyebabkan 83 orang meninggal dunia dan total kematian akibat Covid-19 menyentuh angka 144.719 jiwa.

Pasien sembuh terus mengalami peningkatan, tercatat 4.202.312 orang setelah bertambah 10.708 orang. Sebanyak 454.919 spesimen dari beragam tes Covid-19 dinyatakan sudah diperiksa, sedangkan 19.992 orang menjadi suspek. Positivity rate spesimen harian 17,89 persen dan tingkat positivity rate orang harian 13,17 persen.

Sembari pemerintah terus berikhtiar menggencarkan 3T yang mencakup testing, pelacakan dan penanganan di seluruh penjuru Tanah Air, diharapkan masyarakat terus bekerja sama tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam segala bentuk aktivitas yang dilakukan.

Protokol kesehatan itu yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. Selain itu, pembentukan kekebalan melalui vaksinasi juga dibutuhkan guna memutus rantai penularan Covid-19. (*)